Rabu, 12 Januari 2011
Bangkai itu bernama "Homo Homoni Lupus"
Selasa, 11 Januari 2011
Surat Teh Rini Untuk Wartawan
Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada Jalur Ujian Tulis 2011
Persyaratan Peserta
- Siswa aktif kelas terakhir SMA/SMK/MA, lulusan SMA/SMK/MA tahun 2009 dan 2010 dalam dan luar negeri, lulusan ujian persamaan atau yang setara lainnya.
- Memenuhi persyaratan kesehatan dan tidak mengalami ketunaan yang ditetapkan oleh program studi masing-masing.
Cara Dan Waktu Pendaftaran
- Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) melalui sistem multi-payment Bank Mandiri. Tata cara pembayaran selengkapnya dapat dilihat di sini.
- Login ke situs http://um.ugm.ac.id untuk mengisi formulir pendaftaran (3 Januari s.d. 15 Maret 2011).
- Peserta dapat memilih 3 (tiga) program studi berdasarkan prioritas.
- Verifikasi/daftar ulang peserta (9 s.d. 16 Maret 2011) di lokasi yang dipilih untuk ujian. Jadwal dan alamat pelayanan, serta informasi kelengkapan berkas dapat dilihat di situs http://um.ugm.ac.id.
- Ujian Tulis dilaksanakan Minggu, 27 Maret 2011.
- Seleksi sepenuhnya dilakukan oleh Panitia UM UGM 2011.
- Hasil seleksi diumumkan Sabtu, 16 April 2011 melalui situs http://um.ugm.ac.id.
- Keputusan penerimaan adalah final dan tidak dapat diganggu gugat.
Perhatian:
- Proses verifikasi dilakukan di Yogyakarta, Semarang, Madiun, Jakarta, Tangerang, Cirebon, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan, Lhokseumawe, Bandar Lampung, Batam, Banda Aceh, atau Mataram. Lokasi verifikasi yang Anda pilih akan menjadi lokasi tes tulis Anda.
Si Sulung Bossy, Bungsu Manja, Apa Sebabnya?

Senin, 10 Januari 2011
Keseimbangan ilmu mempelajari ekonomi pancasila
Perekonomian indonesia belumlah terlepas dari kapitalisasi asing. Kita telah mengetahui dan sering mendengar aset-aset berharga milik bangsa yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan bangsa indonesia, kini kepemilikanya telah dikuasai asing. Berbagai sektor perekonomian strategis seperti Migas,telekomunikasi,barang tambang,dan lain sebagainya sudah banyak dikuasai asing.Fenomena apakah yang terjadi?Padahal kita tahu bahwa kekayaan SDA kita amat sangat melimpah,tetapi apa yang terjadi dengan keadaan hidup rakyat indonesia?Sebagian besar masih hidup dibawah garis kemiskinan.Kapitalisasi perekonomian indonesia oleh asing agaknya dapat menjadi sebuah kekhawatiran kita.Kenapa?karena jika ini terus terjadi,kita dapat menjadi seperti "Sapi Perah" bangsa kapitalis.
Ada beberapa hal yang mendasari saya mengapa kapitalis akan mengancam indonesia. Trilogo pembangunan, yaitu, Pertumbuhan, Stabilisasi, dan Pemerataan yang tidak dapat dicapai oleh kapitalisme.Kapitalis hanya mengacu pada Pertumbuhan dan stabilisasi,namun tidak untuk pemerataan ekonomi. Akibatnya terjadilah kesenjangan sosial, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin,inilah yang terlihat di indonesia. Kita lihat Irian Jaya yang mendapat julukan "Sleep Giant" yang kekayaan alamnya dikeruk habis oleh Freeport, namun adakah kemajuan kesejahteraan ekonomi yang terlihat di masyarakatnya?padahal kekayaan alam yang dikeruk tersbut mampu mensejahterakan mereka.Gas,minyak bumi,yang seharusnya kita dapat menikmati untungnya disaat arganya naik,tetapi malah membuat kita semakin sengsara.kenapa? karena sebagian besar barang tambang kita tersebut dijual ke asing dan kita membelinya dengan harga yang tinggi.Ironis memang, tapi itulah yang terjadi dibangsa kita tercinta ini. padahal kita mempunyai jatidiri perekonomian bangsa kita sendiri, yaitu Perekonomian Pancasila. Inilah bacaan yang saya dapat dari berbagai artikel alm.Prof.Mubyarto.
Tepat tanggal 10+1+11= 22 tahun sudah aku hidup
Minggu, 09 Januari 2011
Menuju 10 Januari 2011 (Sebuah refleksi diri)
Road to Dieng
Jurnal Akademik Gratis

Ingat KKN

Panggilan Malam
Pukul 1.07 a.m WIB. Akhir-akhir ini setelah pukul 00.00 menjadi rutinitas saya untuk selalu berpikir mengenai masa depan..hahahaha.. Terlihat bodoh memang, namun entah kenapa pada pukul segitu suasana mendukung sekali untuk saya memikirkan masa depan saya, terlebih dimeja ada tatapan-tatapan dari orang-orang yang saya cintai yang seolah-olah berkata "cepatlah kamu kembali, agar kita selalu bersama". Ya walaupun hanya dalm bentuk foto, tapi itu memotivasi saya untuk berakselerasi tinggi (mobil kaleee) untuk menuntaskan gelar S1, dan meninggalkan kota yang saya cintai ini, Yogyakarta.. Ya Allah semoga salah satu resolusi terbesar saya ditahun 2011 bisa terealisasi dibulan Mei. Amiiiiiiiiiiiiinnnnn!!!Sabtu, 08 Januari 2011
Kreatifitas Bermusik by "Bayu Ardianto"
Minggu, 07 Desember 2008
KPDT Kuatkan Ekonomi Rakyat, Antisipasi Dampak Krisis Global

Sabtu, 29 November 2008
Mahasiswa Pun Bisa Bermain Saham Lho...
KETIKA krisis finansial global melanda, ditandai dengan kolapsnya pe rusahaan-perusahaan keuangan lalu bursa saham mulai rontok, sejumlah kaum muda, bahkan mahasiswa, pun ikut panik. Sebab, ini terkait langsung dengan nasib mereka.
Kecemasan ini tidak terkecuali muncul dalam diri Asyhadi Fadhli (25). Alumnus Universitas YPKP Sangga Buana ini adalah salah satu investor yang biasa bermain di bursa efek. Penampilannya sangat sederhana, berjaket kulit hitam tebal dan bercelana bahan. Lebih mirip polisi, ketimbang kaum parlente berkocek tebal-stereoti p yang umum muncul pada para pelaku pasar modal.
Di era sekarang, dunia pasar modal tidak lagi didominasi kaum berduit dan punya waktu lebih. Dosen-dosen muda, bahkan mahasiswa, pun sudah berani terjun ke investasi beresiko tinggi ini. Banyaknya layanan perusahaan sekuritas, belum lagi yang melibatkan kerjasama kampus, membuat jenis investasi ini makin terjangkau di masyarakat.
Untuk mendaftar, melakukan transaksi, atau sekadar memantau pergerakan saham secara real time (aktual), investor tidak perlu d atang jauh-jauh ke BEJ, BES atau kantor sekuritas. Cukup dilakukan di pojok-pojok Bursa Efek Jakarta atau Surabaya yang ada di kampus -kampus.
Di Kota Bandung, pojok pasar modal setidaknya ada di dua tempat, yaitu YPKP Sangga Buana dan Universitas Kristen Maranatha.
Di tempat ini, seperti halnya dirasakan Fadhli, tidak perlu modal besar untuk awal investasi. Khusus mahasiswa, alumni, dan dosen, diperbolehkan melakukan deposit awal hanya Rp 5 juta. Bandingkan dengan di perusahaan sekuritas umumnya yang rata-rata itu mematok Rp 25 juta - Rp 50 juta, untuk deposit. Transaksi minimal adalah satu lot (500 lembar saham).
Pembelajaran
"Buat saya, ini lebih untuk pembelajaran. Dulu, diperkenalkan waktu praktikum," ujar Fadhil menjelaskan motivasinya berinvestasi di bursa saham. Dana deposit diperoleh dari hasil menyisihkan uang saku kuliahnya. Eric Yova (26), alumnus Maranatha, berani beralih ke saham, dari sebelumnya investasi reksadana, dengan memanfaatkan kejat uhan harga saham saat ini.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Indonesia saat ini adalah terendah sejak 10 tahun terakhir. Kini di level 1.228. Atau, turun 50 persen dari kondisi normal. "Sekarang ini kan menjelang window dressing, di mana perusahaan-perusahaan lagi coba memperbaiki laporan keuangannya. Di kondisi ini, saham biasanya cenderung bergerak naik, tutur karyawan perusahaan asuransi ini. Namun, analisa ini bisa saja tidak terbukti. Ya resiko. Mumpung masih muda," tandasnya.
Sari, staf administrasi di Pojok Bursa Universitas Maranatha, ikut bermain saham karena ikut-ikutan. "Karena terbiasa lihat teman-teman bermain. Senang juga melihat kalau ada teman yang untung, karena sahamnya naik," tutur perempuan yang baru 1,5 bulan ini berinvestasi dengan cara menyisihkan gajinya untuk modal.
Alumnus Ekonomi Maranatha ini punya pakem saat berinvestasi, Jangan terlalu maruk!. Maka, seperti kemarin, saat sahamnya bergerak ke angka 1.520 (waktu dibeli 1.380), langsung saja itu dijual.
Perlu analisa
Menurut Wakil Koordinator Pojok Bursa Universitas Maranatha Surya Setyawan, bermain saham tidak sepenuhnya spekulasi. Perlu analisa dan perhitungan tinggi. Baik itu dari kajian fundamental, macam kemampuan perusahaan, kondisi makro-ek onomi hingga isu-isu keamanan nasional. Lalu, kajian teknis, yaitu data-data pendukung macam grafik pergerakan saham atau catatan data tentang saham itu sendiri.
Meskipun hanya berupa pojok BEJ level kampus, nilai transaksi di YPKP Sangga Buana misalnya, tidak bisa dilihat sebelah mata. Per harinya, menurut Manager Divisi Jual Beli Pojok BEJ YPKP Sangga Buana, nilai transaksi mencapai Rp 200 juta. Bahkan, sebelum krisis finansial, perputaran uang di tempat ini rata-rata Rp 400 juta. Pernah capai Rp 1 milia r sehari. Jumlah investor yang terdata adalah 236 orang, dimana 30 persen nya mahasiswa. Segelintir mahasiswa, per harinya, bahkan biasa bertransaksi hingga Rp 100 juta.
source : www.kompas.com
18 Universitas Ikuti Lomba Roket





.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)